Bahasa Kaili adalah bahasa yang digunakan oleh etnik Kaili di Sulawesi Tengah, yang tersebar di Kota Palu, sabahagian Kabupaten Banggai, sebahagian Kabupaten Banggai Kepulauan, Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Toli Toli, Kabupaten Poso, Kabupaten Morowali, dan sebahagian Kabupaten Tojo Una Una.
Suku ringata Kaili mengenal lebih dari dua puluh bahasa yang masih ada dan sering dipergunakan dalam percakapan sehari-hari yang sering kita jumpai di kampung-kampung umumnya di daerah pedalaman, Uniknya, di antara kampung yang hanya berjarak 1, atau 2 km kita bisa menemukan bahasa yg berbeda satu dengan lainnya dan logat yang berbeda pula. Namun demikian, suku Kaili memiliki bahasa pengantar" atau "bahasa pergaulan" di suatu tempat di mana terdapat penutur bahasa yang berbeda-beda yang dikenal sebagai bahasa Ledo. Kata "Ledo" ini berarti "tidak". Bahasa Ledo ini dapat digunakan berkomunikasi dengan bahasa-bahasa Kaili lainnya. Bahasa Ledo yang asli (belum dipengaruhi bahasa para pendatang) masih ditemukan di sekitar Raranggonau dan Tompu. Sementara, bahasa Ledo yaitu bahasa yang sering kita jumpai dipakai di daerah kota Palu, Biromaru, kalukubula, dolo, pakuli, lindu dan sekitarnya sudah terasimilasi dan terkontaminasi dengan beberapa bahasa para pendatang terutama bahasa bugis dan bahasa melayu sehingga logat dari "ledo" yang asli berbeda dengan yang mereka ucapkan pada pergaulan sehari-hari Bahasa-bahasa yang masih dipergunakan dalam percakapan sehari-hari, yaitu bahasa Tara (Talise,Lasoani,Kavatuna dan Parigi umumnya paling banyak dijumpai di daerah parigi), bahasa Rai (Tavaili sampai ke Tompe, daerah yang bahasa nya sama tapi logat dari bahasa tersebut tidak sama yaitu daerah vombo dan tavaili ngata), bahasa Doi (Pantoloan, kayumaboko, ova, limran, sebagian daerah wani dan Kayumalue kebanyakan kita jumpai di daerah pantoloan); bahasa Unde (tongge (wani), Ganti,Banawa,Loli,Dalaka, Limboro,Tovale dan Kabonga), bahasa Ado (Sibalaya, Sibovi,Pandere, bahasa Edo (Pakuli,Tuva), bahasa Ija (Bora, Vatunonju), bahsa Da'a (Jono'oge), bahasa Moma (Kulavi), dan bahasa Bare'e (Tojo, Unauna dan Poso). Semua kata dasar bahasa tersebut berarti "tidak".namun pengucapannya berbeda, dari berbagai macam bahasa yang di gunakan suku kaili tersebut ada kata-kata yang sama diucapkan ada pula yang tidak, semua tergantung bahasa kaili apa yang digunakan.....'
(masih mo ditambahkan...)

maff ley, masih blajar buat blog...
BalasHapus